Kota Malang, PARLEMEN – Pernyataan Ketua Harian DPP PSI yang sesumbar bahwa akan mengungguli Partai Nasdem pada kontestasi politik tahun 2029 mendapat respon dari politisi Nasdem Kota Malang, Dito Arief Nurakhmadi.
Menurut Dito, pernyataan tersebut tidak sejalan dengan semangat masyarakat Indonesia untuk tetap berkolaborasi dalam membangun negeri di tengah segala dinamika yang sedang terjadi saat ini.
Bahkan, Ketua Fraksi Nasdem-PSI DPRD Kota Malang tersebut menganggap bahwa pernyataan tersebut terkesan arogan. Apalagi juga mengingat bahwa yang bersangkutan merupakan mantan Waketum Nasdem sebelum berlabuh ke PSI.
“Di Kota Malang, (partai) Nasdem dan PSI, berdiri bersama dalam satu fraksi. Kami berkolaborasi hingga pada periode 2024-2029. Kami solid, melengkapi dan saling menguatkan,” jelas Dito.
Sehingga, pernyataan tersebut menurutnya sangat tidak diharapkan semakin meluas. Atau bahkan hingga turut berdampak pada kolaborasi yang telah dibangun dua partai tersebut di Kota Malang.
“Nasdem dan PSI di Kota Malang sangat harmonis, dan kami punya mimpi yang sama untuk bersama membesarkan masing-masing partai, bahkan hingga bisa membentuk fraksi secara mandiri di 2029 nanti,” tegas Dito.
Sebagai informasi, pernyataan tersebut disampaikan Ali Ahmad di hadapan awak media usai menghadiri pra rapat kerja wilayah PSI Jawa Barat di Purwakarta, Jumat (14/11/2025) lalu.
“Siap bertanding. Dan saya harus memenangkan. PSI harus menang dari Nasdem, se-Indonesia,” kata Ali dikutip dari berbagai sumber.
Bahkan menurutnya, ia akan menjadi pihak yang paling merugi jika PSI kalah dengan Partai Nasd di kontestasi politik tahun 2029 mendatang.
“Saya pasti orang yang paling merugi. Kalau kemudian ketika saya kalah dari Nasdem,” imbuh dia.





